2025: Tahun Kerja, Bukan Retorika

- Redaksi

Wednesday, 31 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Akhir Tahun Bupati Bolaang Mongondow Selatan

 

Oleh: Iskandar Kamaru (Bupati Bolaang Mongondow Selatan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

OPINI–Menutup tahun 2025, saya memilih untuk tidak sekadar menghitung capaian. Bagi saya, akhir tahun adalah ruang jeda untuk menimbang arah: apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus dilanjutkan dengan keteguhan yang lebih besar. Tahun ini bukan tahun yang sepenuhnya mudah. Namun, dalam pemerintahan, kesulitan tidak boleh menjadi alasan untuk melambat apalagi berhenti.

Saya memaknai 2025 sebagai tahun kerja. Bukan tahun retorika, bukan pula tahun pencitraan. Pemerintahan daerah diuji bukan oleh banyaknya program yang diumumkan, melainkan oleh konsistensi menjalankan kebijakan dan keberanian melakukan koreksi ketika hasil tidak sesuai harapan. Di Bolaang Mongondow Selatan, kami berupaya menjaga ritme kerja yang terukur—bergerak pasti, berpijak pada perencanaan, dan terbuka terhadap evaluasi.

Fokus kebijakan kami sejak awal tetap sederhana: pelayanan publik harus membaik, tata kelola pemerintahan harus bersih, dan kesejahteraan masyarakat harus bergerak naik. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan. Ketika satu tertinggal, maka seluruh sistem harus diperiksa ulang.

Di bidang kesehatan, kami mengambil langkah yang bagi sebagian orang mungkin terlihat administratif, namun bagi masyarakat memiliki makna yang jauh lebih besar. Revitalisasi RSUD hingga peningkatan status menjadi Rumah Sakit Tipe C adalah ikhtiar untuk memperpendek jarak akses layanan rujukan. Pada saat yang sama, lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai beroperasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya meyakini bahwa kesehatan dan gizi bukan sekadar program tahunan, melainkan fondasi pembangunan jangka panjang.

Tata kelola pemerintahan juga terus kami jaga. Tahun ini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesebelas kalinya secara berturut-turut. Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum serta Paritrana Award tingkat Provinsi Sulawesi Utara turut kami terima. Namun saya selalu mengingatkan jajaran bahwa penghargaan bukan tujuan akhir. Integritas justru diuji dalam keseharian, terutama saat tidak ada sorotan.

Di bidang pendidikan, sepuluh penghargaan yang diraih pada Anugerah Mapalus Pendidikan Tahun 2025 menjadi penegasan bahwa kerja kolektif memberi hasil. Namun, seperti sektor lain, pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian seremonial. Tantangan ke depan justru menuntut konsistensi dan pemerataan mutu.

Ukuran keberhasilan pemerintahan, pada akhirnya, tetap berada pada kesejahteraan rakyat. Upaya penurunan stunting melalui delapan aksi konvergensi menempatkan Bolaang Mongondow Selatan sebagai daerah dengan penurunan stunting terbaik di Sulawesi Utara. Di sektor ekonomi desa, pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di 81 desa kami arahkan untuk memperkuat kemandirian, bukan ketergantungan pada bantuan jangka pendek.

Pembangunan fisik kami posisikan sebagai ruang sosial. Renovasi Masjid Islamic Center dan Alun-Alun Molibagu, pendirian tugu pemekaran dan penimbunan persiapan Tribun Mini serta gelanggang olahraga (GOR) dibangun bukan sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai fasilitas publik yang hidup dan inklusif. Infrastruktur, bagi kami, harus menyatukan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Memasuki 2026, arah pembangunan kami fokuskan pada keberlanjutan ekonomi daerah. Program Kampung Nelayan dan pengembangan kawasan pesisir Sondana–Tolondadu dipersiapkan sebagai penggerak ekonomi baru berbasis potensi lokal. Tantangannya jelas: pertumbuhan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepastian usaha masyarakat pesisir.

Sebagai kepala daerah, saya semakin meyakini bahwa pemerintahan tidak membutuhkan banyak pernyataan, tetapi keteguhan dalam bekerja. Kritik adalah bagian dari kontrol publik yang sehat. Tugas kami adalah memastikan kebijakan tetap berada di jalurnya dan keberpihakan kepada masyarakat tidak berubah.

Tahun 2025 telah menjadi catatan kerja.

Tahun 2026 harus menjadi kelanjutannya—dengan disiplin yang sama, tanpa retorika berlebihan, dan dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apel Perdana 2026, Bupati Iskandar Kamaru: Efisiensi Anggaran Tidak Boleh Menjadi Alasan Turunnya Semangat Kinerja dan Komitmen
Iskandar Kamaru Tinjau Proyek Strategis Daerah Pastikan Rampung Sesuai Target
Iskandar Kamaru Resmikan Penyalaan Listrik Kepada Korban Pasca Banjir Bandang 2020 di Desa Pakuku Jaya
Olly Dondokambey Pimpin DPD PDI Perjuangan Sulut, Iskandar Kamaru, Deddy Abdul Hamid dan Resia Lamusu KSB DPC PDI Perjuangan Bolsel
DPRD Bolsel Tinjau Peresmian SPPG di Kecamatan Helumo
Menunjang Kapasitas SDM, Dinas Pendidikan Gelas Bimtek Penguatan Dapodik Kepada Kepsek dan Operator Sekolah
Pemkab Bolsel Terima Penghargaan Paritrana Award Dari BPJS Ketenagakerjaan dan Laporan Klaim Sebesar Rp. 5.8 Miliar
Iskandar Kamaru Tegaskan ASN Didorong Adaptif, Netral dan Profesional dan Siaga, Dalam Apel HUT Korpri ke 54
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 5 January 2026 - 12:10 WITA

Apel Perdana 2026, Bupati Iskandar Kamaru: Efisiensi Anggaran Tidak Boleh Menjadi Alasan Turunnya Semangat Kinerja dan Komitmen

Wednesday, 31 December 2025 - 21:52 WITA

2025: Tahun Kerja, Bukan Retorika

Wednesday, 31 December 2025 - 10:48 WITA

Iskandar Kamaru Tinjau Proyek Strategis Daerah Pastikan Rampung Sesuai Target

Tuesday, 30 December 2025 - 17:32 WITA

Iskandar Kamaru Resmikan Penyalaan Listrik Kepada Korban Pasca Banjir Bandang 2020 di Desa Pakuku Jaya

Monday, 8 December 2025 - 21:05 WITA

DPRD Bolsel Tinjau Peresmian SPPG di Kecamatan Helumo

Berita Terbaru

BOLSEL

2025: Tahun Kerja, Bukan Retorika

Wednesday, 31 Dec 2025 - 21:52 WITA