KOTAMOBAGU – Tragedi kecelakaan yang terjadi dalam ajang Open Tournament Tidar Drag Race – Drag Bike Kotamobagu Bersahabat Championship 2026 di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Minggu (9/8/2026), menimbulkan duka mendalam.
Berdasarkan laporan awal, insiden tersebut mengakibatkan 16 orang menjadi korban. Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 10 korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kecelakaan terjadi di ruas Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, tepatnya di area ujung atau sekitar garis finis lintasan drag race. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore, sekitar setelah pelaksanaan Salat Asar, saat perlombaan tengah berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi awal menyebutkan, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil Honda Jazz yang dikendarai peserta mengalami slip atau kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan kemudian keluar dari jalur lintasan dan menabrak sejumlah penonton yang berada di sekitar area tersebut.
Namun, penyebab pasti kecelakaan masih harus menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian. Faktor teknis kendaraan, kondisi pengemudi, maupun aspek keselamatan lintasan menjadi bagian yang perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Ajang tersebut diselenggarakan oleh Muda Charaka dan Tidar dengan nama Open Tournament Tidar Drag Race – Drag Bike Kotamobagu Bersahabat Championship 2026.
Sementara terkait status perizinan kegiatan, hingga saat ini belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Kepastian mengenai hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan terhadap dokumen perizinan, rekomendasi, serta persyaratan penyelenggaraan kegiatan balap dari pihak-pihak berwenang, termasuk organisasi terkait.
Pasca kejadian, warga bersama petugas melakukan evakuasi terhadap para korban dari lokasi. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pertolongan medis.
Polres Kotamobagu juga melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian. Kepolisian diharapkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan kendaraan, meminta keterangan saksi dan pembalap, serta mendalami seluruh aspek penyelenggaraan kegiatan.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Kotamobagu, Refli Setiawan Mamonto (RSM), menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut.
“Saya Ketua Fraksi PKB DPRD turut berbelasungkawa atas terjadinya kecelakaan ini. Semoga seluruh keluarga korban diberikan kelapangan hati dalam menghadapi musibah yang terjadi pada event drag race di Kelurahan Upai,” ujar RSM.
RSM juga mengimbau masyarakat Kota Kotamobagu agar tetap menjaga persatuan dan kerukunan serta tidak saling menyalahkan pascakejadian tersebut.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk menyikapi musibah tersebut dengan kepala dingin dan menyerahkan proses penanganan serta penyelidikan kepada pihak yang berwenang.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kotamobagu agar saling menjaga persatuan kita, kerukunan antar masyarakat, jangan saling menyalahkan. Karena pada dasarnya kegiatan drag race tersebut dibuat untuk menghibur. Adapun kecelakaan yang terjadi itu pasti di luar kuasa dari semua pihak yang menyelenggarakan kegiatan,” kata RSM.
Di sisi lain, aspek keselamatan penyelenggaraan kegiatan tetap menjadi perhatian. Pemeriksaan terhadap kondisi lintasan, posisi penonton, sistem pengamanan, kendaraan, serta kelengkapan perizinan diperlukan untuk memastikan seluruh fakta di balik tragedi tersebut.
Hingga kini, proses penanganan dan penyelidikan oleh aparat kepolisian masih menjadi bagian penting untuk mengungkap secara utuh kronologi serta faktor yang menyebabkan kecelakaan maut tersebut. ***








