BOLMONG – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (DPRD Bolmong), Arman Mamonto dan Supandri Damodalag, turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing dalam agenda reses tahap I tahun 2026, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyerap dan menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat.
Arman Mamonto menggelar reses di Desa Mariri Baru, Kecamatan Poigar. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, Sangadi, serta masyarakat yang antusias menyampaikan usulan terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian dan perikanan, hingga kebutuhan pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Arman yang merupakan anggota Fraksi PKB dan bertugas di Komisi III, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan warga.
“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tentu menjadi tanggung jawab kami untuk dikawal dan diperjuangkan agar bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau pemerintah desa dan masyarakat agar menyusun proposal secara resmi dan terstruktur, sehingga setiap usulan dapat diproses sesuai mekanisme administrasi serta diselaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, sinkronisasi antara kebutuhan masyarakat dan program daerah sangat penting, terutama pada sektor pendidikan, pertanian, dan perikanan yang saat ini menjadi fokus pembangunan di Bolaang Mongondow.
Sementara itu, Supandri Damodalag melaksanakan reses di Desa Lolak, Kecamatan Lolak. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan OPD, Forkopimcam, Sangadi, dan masyarakat setempat.
Supandri menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan penting dalam pembahasan program pembangunan daerah tahun anggaran 2027.
“Semua masukan dari masyarakat akan kami catat dan perjuangkan dalam kebijakan daerah ke depan,” tegasnya.
Ia juga berharap pelaksanaan reses yang berlangsung di bulan Ramadan ini membawa manfaat dan keberkahan, serta mampu mendorong percepatan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Bolaang Mongondow. ***










