BOLMONG – Masyarakat Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kembali menggelar tradisi adat Mo Nabang pada Minggu (14/6/2026).
Tradisi yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya leluhur yang hingga kini tetap dijaga oleh masyarakat setempat.
Prosesi adat tersebut dipimpin langsung oleh Sangadi Desa Siniyung, Oslan Laures, S.E., bersama para pemangku adat dan lembaga adat desa. Kegiatan turut diikuti seluruh lapisan masyarakat yang hadir dengan penuh khidmat sebagai bentuk kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai budaya Mongondow.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, setiap rumah warga menyediakan kelapa muda yang kemudian diolah menjadi air ramuan adat. Air tersebut selanjutnya disiramkan ke rumah-rumah warga sebagai simbol doa dan harapan agar masyarakat dijauhkan dari berbagai penyakit serta senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan.
Tradisi yang dikenal pula dengan sebutan Mongonow Kon Lipu atau “mendinginkan kampung” ini dipercaya sebagai ikhtiar masyarakat untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui ritual tersebut, warga berharap desa mereka selalu dilimpahi kedamaian, ketenteraman, dan terhindar dari berbagai marabahaya.
Sangadi Desa Siniyung, Oslan Laures, mengatakan bahwa Mo Nabang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan budaya yang sarat makna dan harus terus dilestarikan.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni adat, tetapi mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga. Kami berharap generasi muda tetap menjaga dan melestarikan budaya ini agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Oslan.
Menurutnya, Desa Siniyung hingga saat ini menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Bolaang Mongondow yang masih secara konsisten melaksanakan tradisi Mo Nabang setiap tahun.
“Ini adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Desa Siniyung. Selama masyarakat dan lembaga adat tetap bersatu, kami akan terus mempertahankan tradisi ini sebagai warisan budaya untuk anak cucu,” tambahnya.
Pelaksanaan Mo Nabang mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta lembaga adat setempat. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan tradisi tahunan ini, warga Desa Siniyung berharap kehidupan masyarakat senantiasa aman, damai, sehat, serta dipenuhi keberkahan bagi seluruh generasi yang akan datang. ***








