Hallonusantara.id Bolsel—Tradisi Mandi Safar “Lihu lo Lilu” kembali digelar masyarakat Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan dan identitas masyarakat setempat. Tahun ini, dengan mengangkat tema “Melestarikan Tradisi, Mempererat Persaudaraan, Menjaga Kearifan Lokal,” tradisi tersebut dilaksanakan di Muara Sungai Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pelestarian tradisi itu mendapat apresiasi dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara Anton Hariyanto. Ia mendorong agar Mandi Safar “Lihu lo Lilu” segera diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terlibat dalam proses pelestarian, termasuk membantu melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan paling kecil, terutama keluarga, agar tradisi tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal ini, Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi memastikan pemerintah daerah telah mengambil langkah untuk mendorong Mandi Safar Tomini memperoleh pengakuan sebagai WBTb nasional.
“Tradisi Mandi Safar sudah kami usulkan sejak tahun lalu. Saat ini kita terus bergerak melengkapi dokumen-dokumen pendukung yang masih diperlukan. Kita berharap proses verifikasi dapat berjalan lancar sehingga tradisi ini bisa mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda nasional,” kata Bupati Iskandar yang hadir bersama Ketua TP-PKK kabupaten Ny. Selpian Kamaru-Manoppo.
Upaya tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bolsel untuk melindungi kekayaan budaya daerah. Sejumlah kekayaan komunal Bolsel juga telah terdaftar sebagai kekayaan intelektual dan budaya, di antaranya Tarian Pinahangi dan Pernikahan Adat Bolango.
“Mari kita berdoa agar Bolsel dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya. Yang tidak kalah penting, mari kita terus menjaga rasa kekeluargaan, jangan mudah terprovokasi dan hindari perselisihan. Kekuatan daerah ini ada pada persatuan masyarakatnya,” ujar pemimpin pilihan rakyat ini.
Selain berbicara mengenai pelestarian budaya, Bupati menginformasikan sejumlah agenda pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas SDM Bolsel. Salah satunya melalui program pengiriman 50 orang untuk mengikuti program magang ke Jepang pada tahap pertama, termasuk tenaga perawat. Program tersebut diharapkan membuka akses pengalaman, keterampilan, dan peluang ekonomi baru bagi generasi muda Bolsel.
Sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama, perwakilan dari Jepang dijadwalkan berkunjung ke Bolsel dalam waktu dekat untuk meninjau lokasi sekaligus membahas pembangunan fasilitas penampungan hasil perikanan.
Duet sehati Wabup Deddy Abdul Hamid kemudian menegaskan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan.
“Kita ingin budaya tetap hidup, sementara anak-anak muda kita mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pelestarian budaya, pengembangan SDM dan penguatan ekonomi masyarakat harus kita dorong secara bersamaan,” pungkasnya di depan para pejabat tinggi pratama Pemda, jajaran pemerintah kecamatan dan desa setempat serta warga sekitar.
Sebelumnya, Camat Tomini Siska Saripi SAP dalam laporan mengatakan bahwa Mandi Safar telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Tomini.








