BOLMONG – Dampak musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kondisi tersebut menyebabkan warga kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong bersama Kepala BPBPK Sulawesi Utara turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Tanjung Mariri, Kecamatan Poigar, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBPK Sulawesi Utara. Proses penyaluran yang dilakukan personel TRC BPBD Bolmong tersebut berlangsung hingga pukul 13.30 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bolmong, kondisi ketersediaan air bersih belum sepenuhnya membaik. Sejumlah sumber air milik warga, khususnya sumur, masih belum kembali terisi secara normal sehingga masyarakat tetap mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari langkah penanganan pemerintah daerah terhadap dampak kekeringan yang melanda wilayah Bolmong.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bolmong telah menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Keputusan Nomor 396 Tahun 2026 tentang Tanggap Darurat Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta Angin Kencang.
Selain itu, pemerintah daerah juga menerbitkan Surat Keputusan Nomor 397 Tahun 2026 tentang Aktivasi Posko. Kedua keputusan tersebut ditetapkan pada 1 Oktober 2026.
Melalui pendistribusian air bersih ini, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat Desa Tanjung Mariri dapat terbantu, terutama bagi warga yang hingga kini masih terdampak krisis air bersih akibat kondisi cuaca ekstrem.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow. ***








