BOLMONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tenaga Pendidik Satuan Pendidikan PAUD.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru dalam Mewujudkan Layanan Pendidikan PAUD yang Berkualitas dan Inklusif Menuju Pendidikan Anak Usia Dini Juara” tersebut berlangsung di TCW Bintang Coffee and Resto, Kelurahan Mongkonai, Rabu, 28 Oktober 2026.
Bimtek yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 28–30 Oktober 2026, ini menjadi salah satu langkah Disdik Bolmong dalam memperkuat kapasitas guru agar mampu mengoptimalkan potensi anak sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Bolmong, Mohammad Iqbal Hamenda, S.E., mengatakan peningkatan kompetensi tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan inklusif.
“Kegiatan seperti ini, sangat penting bagi para tenaga pendidik anak usia dini, untuk kualitas anak usia dini juara” ucap Iqbal.
Menurut Iqbal, guru PAUD memiliki peran strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Karena itu, penguatan kemampuan pendidik perlu dilakukan secara berkelanjutan agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan anak.
Pelaksanaan bimtek tersebut juga menghadirkan pemateri dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara. Kehadiran pemateri diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus memperkaya pemahaman para guru mengenai peningkatan mutu layanan PAUD.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bolmong, Dony Lumenta, S.Tr.T. Dalam sambutannya, Dony meminta jajaran Dinas Pendidikan, termasuk kepala dinas dan kepala bidang, untuk menyediakan waktu berdiskusi dengan para guru.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah dalam kegiatan bimtek, sehingga forum tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pendidik untuk menyampaikan pengalaman, kendala, dan kebutuhan di lapangan.
Selain mendapatkan materi peningkatan kompetensi, para peserta juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah insentif bagi tenaga honorer TK dan PAUD. Dalam sesi diskusi, Wakil Bupati Dony Lumenta menyampaikan bahwa sebanyak 300 tenaga honorer yang telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akan menerima jasa Belanja tenaga pendidik PAUD, sebesar Rp1,5 juta untuk periode Oktober hingga Desember 2026, atau setara Rp500 ribu per bulan.
Terkait pencairan jasa belanja tenaga pendidik PAUD dan administrasi berkas tersebut, Iqbal Hamenda menjelaskan bahwa tenaga honorer tenang karena anggaran sudah di siapkan dan para tenaga honorer diarahkan untuk membuat rekening Bank SulutGo. Berkas yang diperlukan untuk pengurusan rekening telah disiapkan di Kantor Dinas Pendidikan Bolmong.
Selain insentif, para guru turut menyampaikan persoalan mengenai ketersediaan peralatan bermain anak di satuan pendidikan PAUD.
Menanggapi hal tersebut, Dony menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih akan melakukan pendataan terhadap kebutuhan sarana bermain di seluruh satuan pendidikan terkait.
Persoalan fasilitas juga disampaikan terkait TK Setia Budi yang telah mendapatkan bantuan revitalisasi, tetapi masih menggunakan taman bermain pinjaman.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah dengan tenaga pendidik. Melalui dialog tersebut, kebutuhan satuan pendidikan diharapkan dapat teridentifikasi sehingga menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Bimtek ini turut dihadiri Wakil Bupati Bolmong Dony Lumenta, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Irlansyah Mokodompit, S.P., Kepala Bidang PAUD dan PNF Mohammad Iqbal Hamenda, serta para guru TK dan PAUD se-Kabupaten Bolaang Mongondow.
Melalui kegiatan ini, Disdik Bolmong berharap penguatan kompetensi guru dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan inklusif. ***








