KOTAMOBAGU – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menjalankan roda pemerintahan di tengah keterbatasan fiskal.
Sepanjang periode tersebut, Pemkot dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan belanja daerah. Kondisi ini mendorong pemerintah melakukan penyesuaian dengan menajamkan skala prioritas program agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menyampaikan bahwa setiap program kini melalui proses seleksi yang ketat untuk memastikan efektivitas dan dampaknya bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap program diseleksi secara ketat untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan dampaknya terhadap kesejahteraan warga,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pelayanan, melainkan memperkuat tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah memastikan setiap anggaran yang dibelanjakan memberi manfaat nyata dan terukur.
Pemkot juga terus membangun kolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, dunia usaha, serta masyarakat guna menjaga stabilitas pembangunan daerah. ***








