Hallonusantara.id, BOLMONG – Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memasuki usia ke-72 dengan arah pembangunan yang kian menekankan dampak nyata bagi masyarakat, Senin, 23 Maret 2026.
Di bawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta, berbagai program difokuskan pada penguatan ekonomi desa, khususnya sektor pertanian sebagai tulang punggung daerah.
Salah satu langkah konkret terlihat dari pembangunan dan perbaikan akses jalan pertanian sepanjang sekitar 35 kilometer melalui program padat karya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Infrastruktur ini dinilai menjadi solusi atas kendala lama yang dihadapi petani, mulai dari sulitnya distribusi hasil panen hingga tingginya biaya angkut.
“Perubahan ini sangat dirasakan petani. Akses yang lebih baik membuat biaya distribusi menurun dan aktivitas ekonomi desa meningkat,” demikian gambaran kondisi di lapangan.
Selain infrastruktur, modernisasi pertanian juga terus didorong melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah provinsi.
Upaya ini diiringi dengan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi, baik di sawah maupun lahan kering (gogo), sebagai bagian dari strategi menuju swasembada pangan.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah mempercepat penyelesaian Rumah Sakit Pratama Modomang di wilayah Dumoga yang sebelumnya sempat terhambat persoalan izin dan lahan.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Selain itu, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa terpencil turut memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Sementara itu, sektor pendidikan juga mendapat perhatian serius. Rencana pembangunan Kampus Moderasi Beragama yang akan dimulai pada 2026 diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia sekaligus penguatan nilai kebangsaan.
Selain itu, pogram Sekolah Rakyat pun digulirkan untuk mencegah angka putus sekolah, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Tak hanya di dalam negeri, peluang peningkatan kualitas SDM juga dibuka melalui kerja sama dengan PT Conch Indonesia.
Lebih dari itu, program ini memungkinkan putra-putri daerah melanjutkan pendidikan ke Tiongkok. Jumlah peserta terus meningkat, dari 12 orang pada 2023 menjadi 21 orang pada 2025.
Di sisi tata kelola pemerintahan, pembenahan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan administrasi, serta penguatan disiplin aparatur.
Hasilnya, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 91,19 persen hingga akhir 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator ekonomi daerah.
Memasuki usia ke-72, pembangunan di Bolmong dinilai tidak lagi sekadar berorientasi pada target angka, melainkan pada perubahan yang langsung dirasakan masyarakat.
Mulai dari akses pertanian yang membaik, layanan kesehatan yang lebih dekat, hingga terbukanya peluang pendidikan yang lebih luas.
Dengan langkah yang bertahap namun konsisten, Bolmong kini tengah menapaki babak baru pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. ***








