BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendampingi tim survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Survei tersebut dilaksanakan di tiga lokasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan kawasan nelayan terpadu, yakni Desa Sauk di Kecamatan Lolak, Desa Inobonto Dua di Kecamatan Bolaang, serta Desa Poigar Satu di Kecamatan Poigar.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bolmong, Syarir Mokoagow, mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program strategis nasional di sektor kelautan dan perikanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah daerah tentu menyambut baik program Kampung Nelayan Merah Putih ini. Kami siap mendukung penuh, mulai dari tahap survei hingga implementasi nantinya,” ujar Syarir, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, ketiga desa yang menjadi lokasi survei memiliki potensi unggulan, baik dari sisi sumber daya perikanan maupun aktivitas masyarakat nelayan yang cukup aktif. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi tim KKP dalam menentukan lokasi pembangunan KNMP.
Lebih lanjut, program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan nelayan.
Program ini mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan, serta penguatan ekonomi berbasis kelautan.
“Harapan kami, dengan adanya program ini, kesejahteraan nelayan di Bolmong bisa meningkat signifikan. Ini juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Syarir optimistis, melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow. ***








