Asisten I Pimpin Apel Berbahasa Mongondow, ASN Diajak Lestarikan Warisan Budaya

- Redaksi

Thursday, 23 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAMOBAGU – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu yang digelar di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (23/7/2026).

Seluruh rangkaian apel dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., dengan menggunakan Bahasa Mongondow.

Penggunaan bahasa daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kotamobagu dalam melestarikan Bahasa Mongondow yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Sahaya mengawali apel dengan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta apel untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 dengan semangat serta berbagai kegiatan yang positif.

Selain itu, Sahaya menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., dalam memperjuangkan pengakuan Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan menghidupkan bahasa daerah sebagai identitas masyarakat Bolaang Mongondow.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN menjadi teladan dengan membiasakan penggunaan Bahasa Mongondow, baik di lingkungan kantor, sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan masyarakat.

Di akhir arahannya, Sahaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap disiplin mengikuti apel pagi. Ia berharap budaya disiplin dan kehadiran tepat waktu terus dipertahankan sebagai bagian dari profesionalisme aparatur pemerintah.

Pelaksanaan apel ditutup dengan nuansa khas daerah. Setelah pemimpin apel menyampaikan laporan penutupan dengan ungkapan “apel aidon nopalut” yang berarti apel telah selesai, pembina apel menjawab dengan ucapan “pobuidon” atau kembali ke tempat. Momen tersebut disambut senyum dan tawa para peserta karena menjadi penutup yang unik sekaligus sarat makna.

Penggunaan Bahasa Mongondow dalam apel pagi ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya. Diharapkan langkah tersebut mampu mendorong generasi muda dan seluruh masyarakat untuk terus menggunakan serta mewariskan Bahasa Mongondow kepada generasi mendatang. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Buroni Sejak 2022, Terpidana Kekerasan Seksual Anak Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut
Kejaksaan Kotamobagu Ingatkan Modus Penipuan: Nomor WhatsApp Catut Atribut Kejaksaan Beredar
Kejari Kotamobagu Tahap II Perkara Dugaan Korupsi KPU Boltim, Dua Tersangka Ditahan
Bawa Kerajinan Eceng Gondok, Dekranasda Kotamobagu Tembus KRIYANUSA 2026
Mediasi di Desa Sia, Warga Upai dan Poopo Sepakat Tempuh Jalur Hukum
Cegah Konflik Meluas, Pemkot Kotamobagu Minta Warga Tak Ambil Tindakan Sendiri
Sekolah Lansia Mototabian Antar Bilalang Satu Juara I IGA 2026
Wawali Rendy Hadiri Paripurna HUT ke-62 Sulut, Dorong Penguatan Sinergi Antardaerah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 19:41 WITA

Buroni Sejak 2022, Terpidana Kekerasan Seksual Anak Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut

Thursday, 1 October 2026 - 14:13 WITA

Kejaksaan Kotamobagu Ingatkan Modus Penipuan: Nomor WhatsApp Catut Atribut Kejaksaan Beredar

Wednesday, 30 September 2026 - 17:31 WITA

Kejari Kotamobagu Tahap II Perkara Dugaan Korupsi KPU Boltim, Dua Tersangka Ditahan

Monday, 28 September 2026 - 18:25 WITA

Bawa Kerajinan Eceng Gondok, Dekranasda Kotamobagu Tembus KRIYANUSA 2026

Monday, 28 September 2026 - 18:17 WITA

Mediasi di Desa Sia, Warga Upai dan Poopo Sepakat Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru